Rabu, 10 April 2013

"TEMBANG" (Puisi)

Dia lalu lalang Terseok-seok mencari kawanan camar Resah, lama tak jua berpamitan rindu Hampir punah sebuah kepercayaan, Akan adanya satu jiwa berpadu ria Dia menarik tiap tujuannya, memohon, Lepaskan saja sekarang Jadi, tidak perlulah dia berkeluh kesah Tak lagi hujan petir hinggap diatap biliknya Meskipun hadir bak tamu bertanya kabar Dia tertawa berbahak garam Jadi, lepaskan saja. Tidak! Bukan dia yang berhak bervonis. Dia cabut, Lalu hanya tembangnya sekarang yang terdengar.