Dia lalu lalang
Terseok-seok mencari kawanan camar
Resah, lama tak jua berpamitan rindu
Hampir punah sebuah kepercayaan,
Akan adanya satu jiwa berpadu ria
Dia menarik tiap tujuannya, memohon,
Lepaskan saja sekarang
Jadi, tidak perlulah dia berkeluh kesah
Tak lagi hujan petir hinggap diatap biliknya
Meskipun hadir bak tamu bertanya kabar
Dia tertawa berbahak garam
Jadi, lepaskan saja.
Tidak!
Bukan dia yang berhak bervonis. Dia cabut,
Lalu hanya tembangnya sekarang yang terdengar.